Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Saturday, June 24, 2017

Roma 6: 1-11 | Siapa bilang dosa itu nikmat?



Bacaan Firman Tuhan: Roma 6: 1-11
Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.


Kita telah satu dengan kematian dan juga kebangkitan kristus. Dari kuasa dosa kita telah dilepaskan, sebab kita telah turut dalam kematian Kristus, manusia lama kita yang telah mati. Dengan kebangkitan Kristus, kita turut hidup juga dengan Dia yaitu hidup yang baru. 

Hidup baru yang tidak lagi menjadi hamba dosa, melainkan hidup bagi Allah. Inilah diri kita saat ini. Paulus menegaskan pada kita bagaimana seharusnya kita memangdang diri kita “mati bagi dosa, hidup bagi Allah” (ayat 11). Sehingga yang kita lakukan adalah berjuang melawan dosa bukan lagi hidup di dalam dosa.

Namun kenyataan sering terbalik, yang ada justru “mati bagi Allah, hidup bagi dosa”. Kuasa dari luar diri kita respon, sementara kuasa Allah yang ada dalam diri kita tidak direspon. Kuasa Kristus telah melepaskan kita dari kuasa dosa, namun daya pikat dosa sering menaklukkan kita untuk diperhamba oleh dosa.

Nas ini ingin memberi peringatan kepada kita, walaupun kita telah memasuki kehidupan yang baru, kemerdekaan dari kuasa dosa, namun bukan artinya kita begitu saja bebas dari dosa atau mengatakan bahwa kasih karunia Tuhan itu besar akan selalu ada pengampunan. Selalu akan ada saat dimana kita berhadapan dengan daya pikat dosa, sekali kita berkompromi maka selanjutnya akan mengajukan pada kita kemudahan-kemudahan untuk tetap berada pada kuasa dosa.  

Kita hendak diingatkan, sebagaimana Jeremia menghadapi dilema yang terjadi dalam dirinya antara keinginan dagingnya dengan panggilannya sebagai nabi Allah, dalam kondisi tersebut Yeremia mengatakan “Dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku” (Yer. 20:9). Sekuat dan seindah apapun daya tarik dunia ini untuk memikat kita diperhamba oleh dosa, namun dalam diri kita ada telah tertanam kuasa yang jauh lebih besar, daya pikat yang jauh lebih indah dari segala-galanya jika kita mau menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, jika kita mau melihat Tuhan.

Dalam menjalani kehidupan ini, iman kita harus memberikan jawaban, bahwa tidak ada keselamatan yang lain selain dari Yesus Kristus yang telah memberikan keselamatanNya pada kita. Maka, tidak ada alasan lain untuk kita tidak melakukan firman Tuhan (Kis. 4: 8-11, 20).

Seberat apapun kondisi hidup yang kita hadapi, bagaimanapun pahitnya perlakuan orang lain terhadap kita, senikmat apapun godaan ada di depan mata kita. Ingatlah, bahwa semuanya itu adalah jebakan untuk membinasakan kita. Daya pikat Allah jauh lebih besar, jauh lebih indah, jauh lebih nikmat yang akan membawa kita pada kehidupan. “Siapa bilang dosa itu nikmat?” 

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Roma 6: 1-11 | Siapa bilang dosa itu nikmat?



Bacaan Firman Tuhan: Roma 6: 1-11
Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.


Kita telah satu dengan kematian dan juga kebangkitan kristus. Dari kuasa dosa kita telah dilepaskan, sebab kita telah turut dalam kematian Kristus, manusia lama kita yang telah mati. Dengan kebangkitan Kristus, kita turut hidup juga dengan Dia yaitu hidup yang baru. 

Hidup baru yang tidak lagi menjadi hamba dosa, melainkan hidup bagi Allah. Inilah diri kita saat ini. Paulus menegaskan pada kita bagaimana seharusnya kita memangdang diri kita “mati bagi dosa, hidup bagi Allah” (ayat 11). Sehingga yang kita lakukan adalah berjuang melawan dosa bukan lagi hidup di dalam dosa.

Namun kenyataan sering terbalik, yang ada justru “mati bagi Allah, hidup bagi dosa”. Kuasa dari luar diri kita respon, sementara kuasa Allah yang ada dalam diri kita tidak direspon. Kuasa Kristus telah melepaskan kita dari kuasa dosa, namun daya pikat dosa sering menaklukkan kita untuk diperhamba oleh dosa.

Nas ini ingin memberi peringatan kepada kita, walaupun kita telah memasuki kehidupan yang baru, kemerdekaan dari kuasa dosa, namun bukan artinya kita begitu saja bebas dari dosa atau mengatakan bahwa kasih karunia Tuhan itu besar akan selalu ada pengampunan. Selalu akan ada saat dimana kita berhadapan dengan daya pikat dosa, sekali kita berkompromi maka selanjutnya akan mengajukan pada kita kemudahan-kemudahan untuk tetap berada pada kuasa dosa.  

Kita hendak diingatkan, sebagaimana Jeremia menghadapi dilema yang terjadi dalam dirinya antara keinginan dagingnya dengan panggilannya sebagai nabi Allah, dalam kondisi tersebut Yeremia mengatakan “Dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku” (Yer. 20:9). Sekuat dan seindah apapun daya tarik dunia ini untuk memikat kita diperhamba oleh dosa, namun dalam diri kita ada telah tertanam kuasa yang jauh lebih besar, daya pikat yang jauh lebih indah dari segala-galanya jika kita mau menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, jika kita mau melihat Tuhan.

Dalam menjalani kehidupan ini, iman kita harus memberikan jawaban, bahwa tidak ada keselamatan yang lain selain dari Yesus Kristus yang telah memberikan keselamatanNya pada kita. Maka, tidak ada alasan lain untuk kita tidak melakukan firman Tuhan (Kis. 4: 8-11, 20).

Seberat apapun kondisi hidup yang kita hadapi, bagaimanapun pahitnya perlakuan orang lain terhadap kita, senikmat apapun godaan ada di depan mata kita. Ingatlah, bahwa semuanya itu adalah jebakan untuk membinasakan kita. Daya pikat Allah jauh lebih besar, jauh lebih indah, jauh lebih nikmat yang akan membawa kita pada kehidupan. “Siapa bilang dosa itu nikmat?” 

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Dosa / Khotbah Minggu dengan judul Roma 6: 1-11 | Siapa bilang dosa itu nikmat? . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2017/06/roma-6-1-11-siapa-bilang-dosa-itu-nikmat.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Roma 6: 1-11 | Siapa bilang dosa itu nikmat? "